Planet Edu adalah salah satu fitur dari media sosial Planetbiru.
Planet Edu merupakan sekolah virtual yang dapat dimanfaatkan oleh
sekolah, guru dan siswa untuk pengayaan materi dan ujian online. Planet
Edu bukanlan sistem informasi akademik karena sebenarnya Planet Edu
merupakan media sosial yang mendukung pendidikan.
Planet Edu dapat memindahkan kelas dari fisik menjadi virtual.
Planet Edu akan mengelompokkan siswa dalam satu sekolah berdasarkan
kelas-kelasnya. Meskipun di antara siswa sekolah tersebut telah memiliki
akun media sosial Planetbiru, Planet Edu akan menggunakan akun siswa
yang telah ada lalu mendaftarkannya sebagai siswa di Planet Edu. Hal
yang sama juga berlaku bagi guru dan administrator sekolah.
Untuk mendaftarkan guru dan siswa ke dalam Planet Edu, sekolah harus
terlebih dahulu membuat sebuah akun yang nanti akan menjadi
administrator utama sekolah tersebut. Administrator ini yang akan
mendaftarkan sekolah, kelas, siswa, dan guru. Administrator ini juga
dapat menambahkan administrator lain yang nantinya akan sama-sama
mengelola sekolah di Planet Edu.
Tuesday, February 7, 2017
Panduan Menggunakan Planet Edu
Selamat atang di website Panduan Menggunakan Planet Edu. Website ini
berisi panduan menggunakan aplikasi Planet Edu bagi administrator
sekolah dan guru. Panduan ini berisi teks, gambar, tabel serta video
yang akan menjelaskan bagaimana mengoperasikan Planet Edu dan mengisi
data.
Wednesday, February 1, 2017
Format Ekspor dan Impor Soal Planet Edu
Format Ekspor
Soal ujian Planet Edu dapat diekspor dalam format XML. Format ini dipilih dengan alasan soal agar ujian dapat diubah dengan menggunakan editor file teks. Perubahan ini tentu saja untuk tujuan yang baik. Dengan demikian, guru dapat luluasa untuk menyalin soal dari satu ujian ke ujian yang lain tanpa harus mengetik ulang soal-soal tersebut. Seluruh gambar, rumus atau persamaan, tabel, dan lain-lain akan dimasukkan ke dalam file XML sehingga soal tersebut akan tetap utuh. Jika dalam satu paket soal terdapat satu gambar yang muncul di beberapa soal atau pilihan, data tersebut akan dimasukkan ke dalam setiap soal secara berulang pula. Dengan demikian aplikasi dapat mengambil beberapa soal saja dalam satu paket ujian tanpa kehilangan data apapun.Format Impor
Planet Edu memiliki 2 format file untuk mengimpor soal yaitu XML dan teks.
Format XML
Format XML ini sama dengan format file hasil ekspor soal ujian Planet Edu. File XML ini sebenarnya dapat dihasilkan dari aplikasi lain asalkan memiliki struktur XML yang sama. Seluruh kode HTML pada soal dan pilihan harus dikodekan dengan HTML entity dan seluruh gambar dikodekan dengan Base64 encoding. Apabila format salah, maka proses impor akan gagal.
Format Teks
Format teks pada file impor soal Planet Edu hampir sama dengan fomat aiken pada Moodle. Perbedaannya adalah sebagai berikut:
| Planet Edu | Aiken | |
| Tipe Pilihan | lower-alpha, upper-alpha, lower-roman, upper-roman, decimal | lower-alpha, upper-alpha |
| Pemisah | period "." | period ".", bracket ")" |
| Multi baris | dipisahkan dengan \\ | tidak bisa |
| Penanda Jawaban | ANSWER: (harus hurup besar semua) | {apapun}: (bebas yang penting ada colon ":") |
Friday, January 27, 2017
Cara Membuat Soal Ujian Planet Edu
Planet Edu menyediakan editor soal ujian
yang dapat dijalankan secara offline pada komputer personal tanpa
menggunakan jaringan internet. Aplikasi ini bertujuan memudahkan guru
dalam membuat soal ujian. Guru dapat membuat soal ujian di mana saja dan
kapan saja tanpa harus terhubung dengan internet.
Sistem operasi yang didukung adalah Windows, Linux dan Mac. Khusus untuk Windows, Planet Edu menyediakan installer dalam bentuk file executable (EXE). File ini dapat diunduh secara bebas dan dibagikan ke siapa saja selama untuk kepentingan pendidikan di Indonesia.
Program ini tidak membutuhkan server web dan tanpa plug in tambahan. Program hanya terdiri dari HTML, JavaScript dan CSS. Ukuran program juga sangat kecil sehingga sangat cepat diunduh, dipasang, dan digunakan. Selain itu, program juga tidak membutuhkan spesifikasi teknis komputer yang tinggi.
Video berikut ini memperagakan bagaimana mengunduh, memasang, dan menggunakan editor ujian pada komputer personal.
Link untuk mengunduh editor soal ujian adalah sebagai berikut:
Selamat mencoba. Semoga aplikasi ini bermanfaat.
Selengkapnya baca http://edu.planetbiru.com/info.php?info_id=17
Sistem operasi yang didukung adalah Windows, Linux dan Mac. Khusus untuk Windows, Planet Edu menyediakan installer dalam bentuk file executable (EXE). File ini dapat diunduh secara bebas dan dibagikan ke siapa saja selama untuk kepentingan pendidikan di Indonesia.
Program ini tidak membutuhkan server web dan tanpa plug in tambahan. Program hanya terdiri dari HTML, JavaScript dan CSS. Ukuran program juga sangat kecil sehingga sangat cepat diunduh, dipasang, dan digunakan. Selain itu, program juga tidak membutuhkan spesifikasi teknis komputer yang tinggi.
Video berikut ini memperagakan bagaimana mengunduh, memasang, dan menggunakan editor ujian pada komputer personal.
Selamat mencoba. Semoga aplikasi ini bermanfaat.
Selengkapnya baca http://edu.planetbiru.com/info.php?info_id=17
Sekolah Terbuka Planet Edu
Sekolah terbuka Planet Edu adalah sebuah
sekolah virtual yang memungkinkan seluruh pengguna media sosial
Planetbiru untuk mengikuti ujian terbuka dan membaca artikel terbuka
dari sekolah tersebut. Syarat agar pengguna bisa mengikuti ujian dan
artikel dari sekolah terbuka, pengguna harus menjadi siswa sekolah
tersebut. Pengguna tidak perlu khawatir karena pengguna masih dapat
pindah akun sekolah termasuk ke akun sekolah resmi.
Setiap akun dapat diatur menjadi sekolah terbuka. Akan tetapi sangat disarankan bahwa administrator benar-benar memahami bahwa semua anggota dapat menjadi siswa pada sekolah tersebut dan anggota bebas memilih kelas.
Planet Edu memiliki 2 akun sekolah terbuka yaitu SMP Planet Edu dan SMA Planet Edu. Kedua sekolah ini menyediakan try out Ujian Nasional gratis bagi setiap pengguna Planetbiru.
Konsep sekolah terbuka Planet Edu membantu sekola, guru dan siswa untuk mencapai tujuan bersama yaitu meningkatkan kualitas pendidikan dan nilai akademik sekolah terutama nilai Ujian Nasional. Semakin siswa sering mengadakan try out, kemampuan siswa akan semakin terasah dan siswa akan terdorong untuk lebih giat lagi belajar.
Selengkapnya baca http://edu.planetbiru.com/info.php?info_id=15
Setiap akun dapat diatur menjadi sekolah terbuka. Akan tetapi sangat disarankan bahwa administrator benar-benar memahami bahwa semua anggota dapat menjadi siswa pada sekolah tersebut dan anggota bebas memilih kelas.
Planet Edu memiliki 2 akun sekolah terbuka yaitu SMP Planet Edu dan SMA Planet Edu. Kedua sekolah ini menyediakan try out Ujian Nasional gratis bagi setiap pengguna Planetbiru.
Konsep sekolah terbuka Planet Edu membantu sekola, guru dan siswa untuk mencapai tujuan bersama yaitu meningkatkan kualitas pendidikan dan nilai akademik sekolah terutama nilai Ujian Nasional. Semakin siswa sering mengadakan try out, kemampuan siswa akan semakin terasah dan siswa akan terdorong untuk lebih giat lagi belajar.
Selengkapnya baca http://edu.planetbiru.com/info.php?info_id=15
SNMPTN-SBMPTN 2017 Resmi Diluncurkan
JAKARTA – Menteri
Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) M. Nasir secara
resmi meluncurkan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri
(SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017
siang tadi (13/1). Acara tersebut dihadiri
oleh Sekretaris Jenderal Kemristekdikti, Direktur Jenderal Pembelajaran
dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan
(Risbang), Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID), Inspektur
Jenderal, seluruh pejabat di lingkungan Kemristekdikti, Sekretaris
Direktorat Jenderal Kementerian Agama, Direktorat Jenderal Pendidikan
Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, seluruh rektor
dan perwakilan rektor dalam Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri
Indonesia (MRPTNI), Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017, mitra
SNMPTN-SBMPTN 2017, hingga perwakilan Sekolah Menengah Atas dari seluruh
Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pusat
SNMPTN-SBMPTN 2017 Ravik Karsidi menyampaikan bahwa dalam Peraturan
Menteri Ristekdikti No. 126 Tahun 2016 dijelaskan Pola Penerimaan
Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri, yaitu
melalui SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi Ujian Mandiri. Berbeda dengan SNMPTN
yang merupakan seleksi berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik
calon mahasiswa, SBMPTN mendasarkan seleksinya pada hasil ujian tertulis
dengan metode cetak (paper-based), atau komputer (computer-based), atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan.
“Tahun ini SNMPTN akan diikuti oleh 78
Perguruan Tinggi Negeri, dan SBMPTN akan diikuti oleh 85 Perguruan
Tinggi Negeri. Untuk SBMPTN, panitia membuka kesempatan bagi calon
mahasiswa untuk bisa memilih metode tes yang bersifat Computer-Based Test (CBT) atau Paper-Based Test (PBT). Target CBT 2017 ditingkatkan menjadi 30.000 peserta dari 2.520 peserta pada 2016,” jelasnya.
Ravik juga memaparkan bahwa terdapat
beberapa persyaratan pendaftaran SNMPTN bagi sekolah untuk SMA/SMK/MA
berdasarkan akreditasinya. Untuk sekolah akreditasi A, kuota yang
diberikan adalah sebesar 50% siswa terbaik di sekolahnya, sedangkan
akreditasi B mendapatkan kuota sebesar 30%, akreditasi C sebesar 10%,
dan akreditasi lainnya sebesar 5%.
Melalui seleksi tersebut, diharapkan
Perguruan Tinggi Negeri di seluruh penjuru tanah air saling bekerja sama
untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Hal tersebut disampaikan
oleh Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI)
Herry Suhardiyanto dalam sambutannya. “MRPTNI berkomitmen untuk
melakukan seleksi SNMPTN dan SBMPTN untuk memastikan student intake
yang baik, yaitu yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dari seluruh
program studi adalah calon mahasiswa yang berpeluang paling tinggi untuk
sukses di perguruan tinggi masing-masing,” ujarnya.
Acara ditutup dengan peresmian
SNMPTN-SBMPTN secara simbolis oleh Menteri Riset, Teknologi, dan
Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Sekretaris Jenderal Kemristekdikti,
Direktur Jenderal Belmawa, Ketua Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017, dan
Ketua MRPTNI. Sebelum peresmian tersebut, Menristekdikti M. Nasir
menegaskan bahwa alokasi SBMPTN minimal 30% dari total kuota yang ada di
perguruan tinggi itu sendiri, sama halnya dengan SNMPTN yang juga
memiliki kuota minimal 30%. Sedangkan untuk Ujian Mandiri (UM), maksimal
kuota yang diberikan adalah 30% dari total kuota.
“Perguruan Tinggi Negeri boleh dan
bisa menambahkan kuota SNMPTN dan SBMPTN. Mereka bisa menambahkan
hingga 40% bahkan 50%. Hal tersebut tergantung kebijakan perguruan
tingginya. Yang penting adalah kuota Ujian Mandiri (UM) tidak boleh
melebihi 30%,” lanjutnya.
Diharapkan pelaksanaan SNMPTN-SBMPTN
dapat dilakukan secara merata di seluruh Indonesia. Untuk itu daerah
terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) mendapatkan perhatian serius,
baik untuk SNMPTN, SBMPTN, maupun UM. (DRT/Belmawa)
Selengkapnya baca http://edu.planetbiru.com/info.php?info_id=11
Subscribe to:
Posts (Atom)