Friday, January 27, 2017

Persiapan Menghadapi Ujian Nasional Bersama Planet Edu

Ujian Nasional tidak lama lagi. Berbagai upaya dilakukan oleh siswa, guru, maupun orangtua dalam menghadapi Ujian Nasional agar siswa mendapatkan nilai yang maksimal. Siswa dituntut untuk fokus kepada pelajaran dan mengurangi waktu bermain. Akan tetapi, kadang siswa juga merasa jenuh jika terlalu ditekan.
Planet Edu memberikan solusi kepada siswa agar dapat mempersiapkan diri mengikuti Ujian Nasional dengan cara yang menyenangkan yaitu dengan menyediakan aplikasi pembelajaran dan latihan-latihan soal Ujian Nasional. Cara mengerjakan ujian pun sangat mudah yaitu dengan menggunakan smartphone atau laptop. Siswa tidak perlu susah-susah mengikuti try out hingga harus membayar mahal. Cukup dengan mendaftar ke Planet Edu secara gratis dan dapat mengikuti semua ujian dengan gratis pula. Nilai siswa langsung dapat dilihat saat siswa mengirimkan jawabannya.
Planet Edu menyediakan beberapa sekolah terbuka. Sekolah terbuka ini dapat diikuti oleh siapa saja yang terdaftar di Planetbiru. Jika siswa tidak terdaftar di salah satu sekolah di Planet Edu, siswa dapat langsung masuk ke salah satu sekolah terbuka yang tersedia. Jika siswa terdaftar di salah satu sekolah di Planet Edu, sebaiknya siswa tidak masuk ke sekolah terbuka agar guru dan administrator sekolah lebih mudah mengelola data. Jika siswa masuk ke sekolah terbuka, otomatis siswa keluar dari sekolah sebelumnya. Siswa tersebut tetap dapat kembali ke sekolah dan kelasnya dengan cara "Ganti Sekolah".
Semua layanan Planet Edu dipersembahkan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Diharapkan siswa, guru dan sekolah dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya.

Belajar Menjadi Lebih Menyenangkan Bersama Planet Edu

Planet Edu menjadi media pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa dan guru. Siswa dan guru akan merasakanpengalaman baru dalam proses belajar mengajar serta ujian. Ujian menggunakan Planet Edu akan memudahkan guru menyelenggarakan ujian serta mengurangi penggunaan kertas. Kemungkinan jawaban siswa yang tercecer juga dapat dihindari. Selain itu, guru akan lebih objektif dan terbuka dalam memberikan nilai kepada siswa.
Guru dapat menggunakan sebuah paket soal untuk ujian beberapa kelas dan sistem akan memilih secara acak soal yang tersedia dalam paket tersebut untuk diberikan kepada masing-masing peserta. Setiap siswa akan mendapatkan soal yang berbeda-beda sehingga kemungkinan kerjasama dalam ujian juga dapat dihindari. Selain soal yang berbeda-beda, urutan pilihan juga akan diacak setiap kali soal ditampilkan di layar sehingga akan menyulitkan siswa mencontek siswa lain yang kebetulan mendapatkan sebuah soal yang sama di nomor yang berbeda.
Dengan menggunakan Planet Edu, siswa akan terbiasa mengerjakan ujian berbasis komputer atau UBK. Siswa tidak akan canggung lagi ketika menghadapi ujian nasional dan ujian lain yang menggunakan komputer sebagai medianya.

Pemanfaatan Teknologi Digital Untuk Pendidikan

Perkembangan teknologi digital sangat pesat terutama sejak internet mulai dipublikasikan. Dalam satu bulan saja sudah ada penemuan baru yang akan menggantikan teknologi terdahulu. Perkembangan ini tidak dapat dibendung karena memang merupakan kebutuhan semua orang.
Semua bidang termasuk bidang pendidikan juga terdampak oleh perkembangan tersebut. Apakah dampaknya akan baik atau buruk, tergantung kepada bagaimana kita menerimanya. Jika kita menerimanya dengan cara yang baik, maka akan baik pula dampaknya. Sebaliknya, jika kita menerimanya dengan cara yang buruk, maka akan buruk pula dampaknya. Akan tetapi, jika kita menolaknya, justru kita yang akan tertinggal oleh orang lain.
Seyogyanya perkembangan teknologi digital ini dapat dimanfaatkan oleh guru, siswa, dan semua elemen masyarakat khususnya di bidang pendidikan. Teknologi digital akan menjadi sebuah media yang sangat fleksibel dan interaktif dalam penyampaian materi pendidikan. Selain untuk menyampaikan materi, teknologi digital juga dapat digunakan untuk menguji seberapa besar daya serap siswa terhadap materi tersebut.

Selengkapnya baca http://edu.planetbiru.com/info.php?info_id=7

Media Sosial Penunjang Belajar Siswa

Media sosial internet merupakan salah satu kebutuhan untuk masyarakat modern saat ini, termasuk remaja yang sangat mengikuti perkembangan zaman yang ada dan ini dapat mempengaruhi prestasi belajar. Prestasi belajar dapat dipengaruhi dari dua faktor, yaitu faktor internal seperti aspek jamaniah dan aspek psikologis, serta faktor eksternal, seperti lingkungan sekitarnya.
Tidak selamanya media sosial memberikan pengaruh buruk kepada prestasi siswa. Jika media sosial tersebut dirancang khusus untuk menunjang pendidikan, sudah pasti akan meningkatkan prestasi belajar siswa apalagi ditunjang oleh guru yang secara aktif memberikan materi pelajaran menggunakan media tersebut.
Planetbiru merupakan salah satu media sosial asli Indonesia. Media sosial ini dirancang untuk memajukan dan pendidikan dan pariwisata di Indonesia. Salah satu aplikasi Planetbiru yang menunjang pendidikan adalah Planet Edu.
Planet Edu dilengkapi dengan berbagai fitur sebagai berikut:
  1. Materi Pelajaran Sekolah
  2. Quiz dan Ujian Online Sekolah
  3. Bank Soal dan Kunci Jawaban
  4. Video Tutorial
Semua fitur tersebut memerlukan peran serta guru dalam membuat materi.
Dengan adanya peran serta guru, maka materi dari media sosial dapat dikontrol sehingga akan menjauhkan pengaruh buruk media sosial terhadap siswa. Sebaliknya, siswa menjadi lebih giat dan semangat belajar sehingga akan meningkatkan prestasi belajarnya.

Media Sosial Penunjang Belajar Siswa

Media sosial internet merupakan salah satu kebutuhan untuk masyarakat modern saat ini, termasuk remaja yang sangat mengikuti perkembangan zaman yang ada dan ini dapat mempengaruhi prestasi belajar. Prestasi belajar dapat dipengaruhi dari dua faktor, yaitu faktor internal seperti aspek jamaniah dan aspek psikologis, serta faktor eksternal, seperti lingkungan sekitarnya.
Tidak selamanya media sosial memberikan pengaruh buruk kepada prestasi siswa. Jika media sosial tersebut dirancang khusus untuk menunjang pendidikan, sudah pasti akan meningkatkan prestasi belajar siswa apalagi ditunjang oleh guru yang secara aktif memberikan materi pelajaran menggunakan media tersebut.
Planetbiru merupakan salah satu media sosial asli Indonesia. Media sosial ini dirancang untuk memajukan dan pendidikan dan pariwisata di Indonesia. Salah satu aplikasi Planetbiru yang menunjang pendidikan adalah Planet Edu.
Planet Edu dilengkapi dengan berbagai fitur sebagai berikut:
  1. Materi Pelajaran Sekolah
  2. Quiz dan Ujian Online Sekolah
  3. Bank Soal dan Kunci Jawaban
  4. Video Tutorial
Semua fitur tersebut memerlukan peran serta guru dalam membuat materi.
Dengan adanya peran serta guru, maka materi dari media sosial dapat dikontrol sehingga akan menjauhkan pengaruh buruk media sosial terhadap siswa. Sebaliknya, siswa menjadi lebih giat dan semangat belajar sehingga akan meningkatkan prestasi belajarnya.

Planet Edu - Platform Ujian Berbasis Komputer (UBK)

Planet Edu merupakan sebuah program aplikasi pendidikan yang menunjang kegiatan bejalar mengajar serta ujian berbasis komputer di sekolah. Sekolah dapat memanfaatkan seluruh fitur yang disediakan oleh Planet Edu secara gratis tanpa harus mengeluarkan biaya apapun.
Salah satu fitur Planet Edu adalah ujian online. Fitur ini memungkinkan sekolah melakukan ujian online tanpa harus menyediakan aplikasi sendiri dan tanpa harus mengeluarkan biaya penggunaan aplikasi.
Untuk memanfaatkan seluruh fitur Planet Edu, terlebih dahulu sekolah membuat sebuah akun. Seluruh siswa, guru dan administrator sekolah harus didaftarkan di Planet Edu sebagai pengguna. Selain itu, sekolah juga harus mendaftarkan nama-nama kelas yang ada di sekolahnya. Selanjutnya masing-masing pengguna dapat masuk ke Planet Edu dengan menggunakan akunnya masing-masing.
Cara untuk mendaftar seluruh kelas, siswa dan guru sangat mudah. Sekolah cukup membuat akun Planetbiru kemudian melengkapi file XLSX yang dapat diunduh di sini. Isian berupa nomor telepon dan email dapat diabaikan jika Nomor Induk Siswa Sasional atau Nomor Induk Siswa (untuk siswa) dan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) atau Nomor Induk Guru (untuk guru) diisi. Namun jika sekolah ingin mengintegrasikan akun Planet Edu dengan akun Planetbitu yang telah ada, maka alamat email diperlukan.
File XLSX yang telah dilengkapi kemudian diunggah ke Planet Edu dari halaman administrator menggunakan akun Planetbiru sekolah. Seluruh siswa, guru dan administrator akan terdaftar di Planet Edu secara otomatis. Administrator kemudian dapat mencetak informasi login siswa dan guru untuk kemudian diberikan kepada yang bersangkutan.
Setelah siswa, guru dan administrator masuk ke Planet Edu, selanjutnya siswa, guru dan administrator dapat masuk ke direktori masing-masing. Guru dapat membuat materi pelajaran dan ujian, siswa dapat membaca materi pelajaran dan mengikuti ujian, administrator dapat memonitor dan mengatur semua konten Planet Edu dari sekolahnya. 

KABALITBANG: Laksanakan UNBK Secara Alami, Jangan Paksakan Diri!

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun kedua (2016) menjadi success story yang perlu diapresiasi. UNBK telah terbukti menjadi instrumen yang efektif untuk menanamkan karakter dan kejujuran melalui capaian indeks integritas. Namun pelaksanaan UNBK tidak boleh dipaksakan. Biarkan UNBK berlangsung secara alami dan perlu diimbangi dengan  penilaian kelas dan penilaian sekolah yang lebih berkualitas. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi guru dalam melakukan penilaian mutlak dilakukan.
Demikian pesan dan arahan Totok Suprayitno Kepala Balitbang dalam acara pembukaan Evaluasi Pelaksanaan UNBK dan Persiapan Ujian Nasional Perbaikan pada hari Senin sore (13/6/2016) di Jakarta. Turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung sampai tanggal 15 Juni 2016  ini adalah para Kepala Dinas Pendidikan Provinsi  seluruh Indonesia  dan perwakilan dari 20 Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Sementara dari BSNP sebagai badan independen yang berwewenang menyelenggarakan UN, yang ikut serta dalam kegiatan ini adalah Teuku Ramli Zakaria, Nanang Arif Guntoro, Kiki Yuliati, dan Bambang Suryadi.
Menurut Totok panggilan akrab Kabalitbang, selama ini hasil UN kurang menggambarkan kenyataan yang sebenarnya karena data yang digunakan diperoleh dengan kecurangan.  Baru dua tahun terakhir ini, setelah UNBK dilaksanakan, kita memperoleh  data  yang valid.
“UNBK efektif untuk menghentikan praktik ketidakjujuran di sekolah. Sekolah yang selama ini tidak jujur, meskipun capaian nilai UN-nya tidak turun, telah terkoreksi dengan adanya UNBK. Oleh karena itu, selama dua tahun terakhir ini kita tidak memberikan apresiasi atas capaian nilai UN, tetapi kita lebih mengapresiasi capaian kejujuran atau indeks integritas”, ucap Totok.
Lebih lanjut Totok mengatakan bahwa kita, para pelaksana UN, merupakan   pemberani dan pionir perubahan melalui pelaksanaan UNBK. Sebab sampai saat ini perguruan tinggi saja belum siap melaksanakan seleksi masuk perguruan tinggi dengan tes berbasis komputer. Bahkan negara Australia pun ‘gumun’ (heran) dengan keberanian dan keberhasilan kita melaksanakan UNBK. Namun demikian, kita tidak boleh lengah atau terlena dengan keberhasilan ini. Apalagi mencederai keberhasilan ini dengan kekurangsiapan  kita untuk melaksanakan UNBK pada masa yang akan datang.
Pada kesempatan tersebut Totok juga mengingatkan para kepala dinas dan seluruh peserta rapat evaluasi pelaksanaan UNBK dan persiapan UN Perbaikan untuk tidak menjadikan UNBK sebagai justifikasi atau alasan pengadaan komputer secara besar-besaran.
“Kalau pun sekolah atau dinas pendidikan membeli komputer, harus dimaksudkan untuk peningkatan proses pembelajaran, bukan hanya untuk UNBK. Jika kita memaksakan diri untuk melaksanakan UNBK, kita telah mencederai esensi UNBK itu sendiri”, pesan Kabalitbang.
Totok tidak menafikan kenyataan di balik kesuksesan pelaksanaan UNBK, masih ada kendala dan hambatan yang perlu dijadikan pelajaran pada masa mendatang. Oleh karena itu, forum evaluasi seperti ini perlu dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh peserta.
“Rapat evaluasi ini merupakan forum untuk berbagi informasi dan pengalaman dari berbagai daerah, yang terkait dengan success story maupun kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan UNBK”, ucap Totok seraya meminta para peserta untuk berbagi informasi dan pengalaman dalam diskusi kelompok yang akan dilaksanakan pada hari Selasa.
Di akhir sambutannya, Kepala Balitbang juga menyampaikan pesan bahwa hasil UN bukan akhir dari segala proses pembelajaran, sebab hasil UN bukan pengadilan atau judgment. “Pelaksanaan UN tidak berhenti  di sini (hasil). Sebab UN bukan hari pengadilan. UN  merupakan bagian dari proses pembelajaran dan UN memberi masukan untuk perbaikan pembelajaran”, ucap Totok mengakhiri sambutannya.
Pada sesi malam, Teuku Ramli Zakaria dalam kapasitasnya sebagai Koordinator Pelaksana UN di BSNP menyampaikan pokok-pokok pemikiran tentang ujian nasional. Ramli menyampaikan  tiga pemikiran, yaitu posisi Ujian Nasional dalam sistem pendidikan yang berbasis standar, hasil evaluasi pelaksanaan UNBK berdasarkan pemantauan yang dilaksanakan BSNP, dan persiapan pelaksanaan Ujian Nasional Perbaikan.
Mainstreaming UN masa depan adalah UNBK atau Computer Based Test. Pelaksanaan UNBK dengan pola resource sharing dan “testing center” sebagaimana diterapkan di Kota Surabaya, bisa dijadikan model bagi Kabupaten/Kota lain, ucap Ramli.
Sementara Nizam Kepala Puspendik  pada kesempatan tersebut memaparkan analisis hasil UN dan strategi  perluasan pelaksanaan UNBK. Tentang hasil UN yg menurun dan integritas pelaksanaan UN di sekolah, Nizam menyampaikan bahwa tahun ini terjadi trend yg menggembirakan.
“Banyak sekali sekolah yg meningkatkan integritas dalam pelaksanaan UN. Hal ini terlihat dari meningkatnya Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) di lebih dari 70% sekolah/madrasah penyelenggara Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).  Peningkatan integritas pelaksanaan UN telah berdampak pada koreksi capaian nilai UN sekolah dan daerah”, ucapnya.
Lebih lanjut Nizam berpesan agar penurunan nilai karena peningkatan integritas tersebut tidak dipenalti oleh daerah tapi peningkatan integritasnya diapresiasi sementara capaian UN nya diperbaiki melalui peningkatan mutu pembelajaran.
Terkait dengan rencana pelaksanaan UNBK tahun 2017, Nizam menyampaikan perlunya penguatan pusat pengujian atau testing center yang berbasis sekolah/madrasah.UNBK jenjang pendidikan menengah atas akan dijadwalkan selama 10 hari. Sehingga di satu sekolah  penyelenggara UNBK enam hari akan digunakan untuk ujian SMA/MA dan empat hari untuk SMK/MAK. Sementara itu pelaksanaan UNBK SMP sederajat bisa menggunakan infrastruktur yang ada di SMA dan SMK.
Dengan pola seperti ini, tambah Nizam, peserta UNBK tidak mesti mengikuti ujian di sekolah asal, tetapi bisa mengikuti ujian di sekolah yang terdekat dari rumahnya. Selain itu, dengan pola seperti ini, kita bisa meningkatkan tingkat keamanan dan kerahasiaan sehingga hasil UN semakin kredibel.
Sebagaimana kita ketahui, pendaftaran UN Perbaikan telah dimulai pada tanggal 1 Juni 2016 melalui secara online pada laman http://unp.kemdikbud.go.id. Sampai berita ini ditulis sudah ada sekitar 50.000 pendaftar. (BS)
Sumber: bsnp-indonesia.org 


Selengkapnya baca http://edu.planetbiru.com/info.php?info_id=4